| 1 |
AIN’T GOT YOU (KEVIN MICHAEL / ATLANTIC) - KEVIN MICHAEL |
| 2 |
UNBREAKABLE (UNBREAKABLE / EIGHT TRACK) - FIREFLIGHT |
| 3 |
LAY ME DOWN (SINGLE / MAVERICK) - MICHELLE BRANCH |
| 4 |
HANDLEBAR (FIGHT WITH TOOLS) - FLOBOTS |
| 5 |
PORK AND BEANS (THE RED ALBUM / GEFFEN) - WEEZER |
| 6 |
BYE BYE (E=MC2 / DEF JAM) - MARIAH CAREY |
|
|
| 1 |
CINTA TAK PERNAH SAMA - NIDJI |
| 2 |
SENANDUNG RINDU - TOHPATI FT. SUTHA |
| 3 |
BIDADARI - NETRAL |
| 4 |
DIANTARA KALIAN - D\'MASIV |
| 5 |
SALAH - COKELAT |
| 6 |
MENGADILI PERSEPSI (BERMAIN TUHAN) - SERINGAI |
|
|

|
 |
|
|
|
|
 |
 |
| | | 'MCR' Hipnotis Music Lovers Jakarta |
Posted by admin on 2008-02-01 |
Band asal Amerika My Chemical Romance (MCR) menggebrak JCC Plenarry Hall Jakarta dengan penampilan atraktif. 20 lagu hits mereka bawakan dengan penuh emosi.
Aksi panggung yang dimainkan oleh 5 personil keren Gerard Way (vokal), Ray Toro (gitaris), Frank Lero (gitaris), Mikey Way (basis) dan Bob Bryar (drummer ) membuka penampilannya dengan lagu andalan Disappear lanjut ke Dead. Saat aksi panggung berlangsung Gerard Way sang vokalis membuka show mereka dengan penuh semangat hingga membuat penonton berjingkrakan. Namun, sang Gitaris Ray Toro dan Frank serta basis Mikey Way tak mau kalah memperlihatkan gaya mereka di atas panggung, penuh semangat dan sangat atraktif. Sampai-sampai para pecinta MCR yang berjingkrakan tersebut melewati pembatas panggung. Mereka sempat terhimpit dan terpaksa tim pengaman pun ikut turun tangan menertibkan para penonton yang berjubel di arena festival penonton.
Gerard pun tak tinggal diam melihat para penontonya yang saling berhimpitan. Usai menyelesaikan lagu ke duanya Dead, ia meminta penonton untuk mundur pada hitungan ke tiga.
"Saya ingin kalian mundur sedikit dalam hitungan ke tiga," perintahnya dengan bahasa aslinya, ketika konser berlangsung di JCC Plenarry Hall, Senayan Jakarta, Kamis (31/1/2008).
Lanjut ke lagu-lagu MCR seperti Not okay, House of Wolves, Kill All, Mama, hingga tak ketinggalan hits Teenagers membuat konser yang berlangsung selama satu setengah jam semakin membuat penonton terpukau. Apalagi ditambah alunan suara harmonika saat MCR membawakan lagu bertajuk Teenagers. Penampilannya terlihat semakin seru dalam aksi panggungnya, tentu jelas lebih keren dari aslinya.
Ternyata, emosi penonton belum berakhir sampai disitu. Saat membawakan lagu Sleep, Gerard yang penuh emosi pula, berguling dan berbaring di atas panggung hingga lagu berakhir. Ditambah lagi dentingan piano James, keyboardist additional MCR ikut ambil bagian dengan penampilan yang memukau di Cancer. Lagu dengan irama yang lebih slow itu dibawakannya dengna sangat apik. Bagai menghipnotis penonton baik yang berada di arena panggung festival maupun arena tribun. Penonton yang tadinya asik berjingkrakan spontan menjadi sedikit lebih tenang mengikuti alunan musik sambil ikut melantunkan bait demi bait lirik Cancer.
Sayang, time is over, konser ini harus berakhir usai lagu ke 20, Famous. Tak ingin kalah heboh dengan opening act nya, MCR pun membuat penampilan penutup dengan penuh emosi. Apalagi sang drummer, Bob Bryar menabuh drum penuh semangat hingga stik penabur drum patah dan langsung dilemparkan ke belakang sambil berdiri dan meninggalkan panggung. Sekira pukul 21.30, konser ini berakhir setelah 1 jam setengah beraksi di atas panggung. Berakhirnya konser ini pun disambut terikan penonton yang mengatakan, "We one more," teriak para penonton seolah tak ingin konser berakhir.
Puas ?
Pancaran wajah penuh kepuasan terlihat di sejumlah penonton seperti. Raga (16), mengaku cukup puas dengan aksi panggung yang dibawakan grup band keren asal Amrik ini. Raga tak kecewa sedikitpun menyaksikan penampilannya yang memukau.
"Cukup memuaskan, konsernya sesuai banget sama perkiraan saya sebelumnya, musiknya, vokalnya, sama banget sama yang saya dangar di kaset. Sesuai dengan hasil rekaman," ujarnya saat ditanya ketika konser berakhir.
Begitupula Ralfizi bocah 9 tahun yang merasa tak rela jika tak menyempatkan diri melihat penampilan aksi panggung dari MRC. Ralfizi yang datang bersama ibu dan kakaknya pun mengaku saat duduk di arena tribun ia spontan berdiri sambil berjingkrakan saat konser berlangsung. Tanpa sadar, Ralfizi pun menirukan gaya drummer Bob Bryar sambil melompat-lompat.
"Saya suka banget sama MCR, saya punya albumnya lengkap lho, tapi saya paling suka lagu black parade," akunya dengan wajah penuh kegembiraan.
Melihat antusiasme penonton, apakah konser ini terbilang sukses?
Promotor konser dari Java Musikindo, Adrie Subono mengaku, konser ini cukup luar biasa dan sesuai dengan ekspektasinya. "Menurut saya konser ini cukup sukses," kata Adrie usai konser berlangsung.
Kesuksesan konser bertajuk My Chemicsal Romance and The Black Parade ini terlihat dengan keberhasilannya menjual tiket. Sebanyak 600 tiket habis terjual. Dengan harga tiket festival Rp500 ribu dan tribun Rp600 ribu berhasil meraup keuntungan yang cukup lumayan.
"Konser ini merupakan konser terakhir MCR dalam rangkaian konser tour di Asia. Dan MCR berhasil membuat penonton terpukau. Usai konser ini saya dan grup band asal Amerika ini akan merayakannya dengan party," kata Adrie. |
back to index whats new
|
KOMENTAR
Belum ada komentar...
| |
|
|
|
|