NARKOBA, NGGA BANGET!

Posted by admin on 2007-06-04


Mendengar kata Narkoba pasti yang mampir dibenak kita adalah seputar ganja, heroin, opium, exctasy, putau dan ganknya, barang-barang laknat penghancur masa depan bahkan disebut-sebut sebagi perusak generasi paling mujarab. Lalu apa narkoba itu sendiri? pernahkah kita mencoba mengenalnya dari dekat, dari sisi keilmuan ataupun dari sisi psikoligis bukan hanya pendekatan secara fisik.

Mengutip istilah dalam ensiklopedia, narcotic secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yang artinya 'kelenger', merujuk pada sesuatu yang bisa membuat seseorang tak sadarkan diri (fly), sedangkan dalam bahasa Inggris narcotic lebih mengarah ke obat yang membuat penggunanya kecanduan.

Dalam bahasa kita Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan obat atau bahan berbahaya. Selain istilah Narkoba juga dikenal istilah NAPZA yaitu Narkotika, Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko kecanduan (adiksi).

Seiring berjalannya waktu keberadaan narkoba bukan hanya sebagai penyembuh namun justru menghancurkan. Awalnya narkoba masih digunakan sesekali dalam dosis kecil dan tentu saja dampaknya tak terlalu berarti. Namun perubahan jaman dan mobilitas kehidupan membuat narkoba menjadi bagian dari gaya hidup, dari yang tadinya hanya sekedar perangkat medis, kini narkoba mulai tenar digaungkan sebagai dewa dunia, penghilang rasa sakit dan membuat hidup jadi lebih 'ringan'.

Seperti kita ketahui segala sesuatu yang digunakan secara berlebihan tak akan berdampak baik bagi diri kita. Penggunaan narkoba diluar jalur medis apalagi dengan menambah dosis dan kebiasaan pecandu makin membuat kompleks dampak yang muncul akibat penggunaan narkoba.

Satu dosis morfin didapati merendahkan hambatan pada tikus, bahkan setelah obat bius itu hilang dari sistem mereka, demikian antara lain isi temuan yang mungkin membantu ilmuwan untuk lebih memahami kecanduan pada manusia, kata beberapa peneliti AS, Rabu.

Pada tikus, penghilang rasa sakit tersebut menghalangi kemampuan otak untuk memperkuat hubungan atau synapses, yang mengikis hadian atau kenikmatan, kata para peneliti dari Brown University di dalam jurnal Nature.

"Apa yang telah kami temukan ialah synapses penghalang tak dapat lagi diperkuat 24 jam setelah perawatan dengan morfin, yang menunjukkan bahwa rem alamiah telah hilang," kata Julie Kauer, profesor molecular pharmacology, physiology dan biotechnology di Brown University.

"Ini terjadi 24 jam setelah hewan itu diberikan satu dosis morfin dan walau sudah tak ada morfin yang tersisa di otak. Itu memperlihatkan bahwa itu adalah dampak terus-menerus dari obat bius tersebut," kata Kauer dalam suatu wawancara.

Kauer mengatakan temuan itu memberi tambahan pada suatu kumpulan bukti yang meningkat dan menunjukkan hubungan antara belajar dan kecanduan dan mungkin membantu dalam pengembangan obat untuk merawat orang yang kecanduan.

"Memperkuat synapses, kami kira, adalah awal dari pembentukan ingatan," katanya.

Dengan menutup kemampuan alamiah untuk memperkuat hubungan yang menghalangi kesenangan, otak mungkin mulai belajar untuk merasa haus akan obat bius tersebut," katanya.

Kauer mengatakan otak memiliki dua jenis syaraf, syaraf yang membangkitkan hubungan syaraf dan syaraf yang menghalangi atau menekannya.

"Jika penghalang berkurang, anda kehilangan rangsangan," katanya.

Ketidak-seimbangan itu mungkin mendorong terbakarnya syaraf yang membuat dopamine (bahan kimia kenikmatan) di otak yang diaktifkan setelah memberi hadiah kepada pengalaman seperti makan, seks dan penggunaan obat bius yang mengakibatkan kecanduan.

Kauer mendapati perubahan pada satu bagian kecil otak tengah, yang terlibat dalam sistem penghargaan tersebut. Meskipun studinya meneliti reaksi awal obat penyebab kecanduan, ia bermaksud mengkaji dampak tersebut suatu ketika.


back to index whats new




 

 

 

 

CDBS FULL - 16.00 - 20.00
 
CDBS FM Bali


Get Your Ticket Now! Jason Mraz Live In Bali

Mrazholic, 16 hari lagi menuju Jason Mraz Live in Bali,an Special Accoustic Evening with Toca Rivera, di Taman Bhagawan, Tanjung Benoa, Nusa Dua Bali, 9 November 2011. Sudah punya tiketnya belum? Jan.. » selanjutnya


Happy Birthday Drake

Twitterholic hari ini telah membuat Happy Birthday Drake menjadi trending topic world wide lho. So, di hari ulang tahun Drake yang jatu tepat hari ini, 24 Oktober, kita bakal ngebahas sedikit tentang .. » selanjutnya




- 15 Thousand Of Voices, Pemenang Baru HokBen Vaganza
- That's Me Favorit Juri di HokBen Vaganza Edisi 7 Oktober
- Hannimun Pemenang HokBen Vaganza Edisi 23 September

 



Indra Perdana

Daudy Riady

Renita Ruslan